Selasa, 06 November 2012


Hamil Muda, Istri Wayne Rooney Bergaya Retro 1960-an

Coleen tak terlihat hamil saat memamerkan gaun koleksi terbarunya.
SelasVIVAbola – Coleen Rooney tetap tampil glamor meski sedang berbadan dua. Istri bintang Manchester United, Wayne Rooney, ini bergaya retro memamerkan gaun koleksi terbarunya dalam sebuah sesi pemotretan.

Coleen tampaknya masih enggan mengenakan pakaian khusus wanita hamil lantaran kandungannya baru menginjak 2 bulan. Desainer cantik Inggris ini justru mengeluarkan rancangan teranyar berupa gaun yang masih menonjolkan kelangsingan tubuhnya.
Istri Wayne Rooney, Coleen bergaya retro 1960-an

Dengan gaun vintage era 1960-an itu, Coleen bahkan tidak terlihat sedang mengandung. Bagian perut ibu satu anak ini masih tampak rata. Gaya retronya semakin jelas dengan polesan make-up dan tatanan rambut disanggul menjulang ke atas.

“Gaya 1960-an adalah mode utama rancangan saya. Saya sangat menyukai gaya retro yang glamor. Senang sekali bisa memeragakannya sendiri dalam sesi pemotretan,” ujar Coleen seperti dilansir Daily Mail.
Istri Wayne Rooney, Coleen bergaya retro 1960-an

Coleen menjadi salah satu desainer yang tergabung dalam brand fesyen wanitaLittlewoods.com sejak 2010. Koleksi terbaru wanita 26 tahun itu selalu dinantikan dan mendapat pujian dari bos Littletwoods.com, Julie Donnelly.

“Coleen memiliki resonansi yang kuat kepada para pelanggan, di mana mereka bisa berhubungan dengan dia sebagai ibu, istri dan wanita biasa. Koleksi dia untuk Littlewoods menjadi salah satu tren dan mudah untuk tampil gaya,” tutur Donnelly. (umi)

Senin, 05 November 2012

Komentar Bepe


Bepe: Timnas Milik Indonesia, Bukan PSSI-KPSI

Bepe: Timnas Milik Indonesia, Bukan PSSI-KPSI
  
Bambang Pamungkas
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyerang tim nasional Indonesia Bambang Pamungkas (Bepe) menyatakan tim nasional Indonesia adalah milik rakyat Indonesia dan bukan PSSI atau KPSI yang sampai sekarang masih menemui kesepakatan jalan buntu atau "deadlock" dalam komite bersama (JCC).
"Tim nasional itu Indonesia, bukan timnas PSSI atau timnas KPSI. Tim nasional itu merah putih, bukan timnas biru atau timnas kuning. Dan tim nasional itu bukan milik Djohar Arifin atau La Nyalla melainkan milik seluruh rakyat Indonesia," kata Bambang dalam situs resmi pribadinya, di Jakarta, Senin (5/11).
Bepe mengungkapkan hal itu terkait dengan adanya penyebutan istilah tim nasional oleh media-media yang dinilainya membuat perpecahan opini di kalangan masyarakat. "Segala pengabaran, penamaan atau penyebutan yang salah menghanyutkan mereka dalam arus perseteruan," kata Bepe. 
Menurut Bepe penyebutan tim nasional tanpa embel-embel PSSI atau KPSI akan membuat semua pihak merasa nyaman. Hal tersebut membuat tidak ada pihak yang merasa dimenangkan juga dikalahkan.
Di tengah situasi yang semakin hari semakin kritis ini, menurutnya,  tim nasional adalah media paling pas untuk menjadi pemersatu. Tim nasional adalah wajah persepakbolaan negeri ini. Oleh karena itu, posisi tim nasional sudah seharusnya berada lebih tinggi dari segala konflik yang terjadi selama ini, kata dia. 
Redaktur: Yudha Manggala P Putra
Sumber: Antara

Penggalli Kubur Raih Rp10 Juta dari Catur

Turnamen catur para penggali kubur digelar pada 2-3 November 2012.


Jonathan Pandapotan
Turnamen Catur Antar Penggali Kubur
Turnamen Catur Antar Penggali Kubur(VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis
VIVAnews - Turnamen Catur antar para penggali kubur yang diadakan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) telah usai. Para penggali kubur di TPU Tegal Kunir berhasil keluar sebagai juara 1 dan mendapatkan hadiah Rp10 juta.

Seperti diketahui, Percasi menggelar turnamen catur unik antar para penggali kubur di Jakarta. Turnamen ini digelar pada 2-3 November 2012. Yang menjadi juara dua dan tiga adalah TPU Kampung Kandang 1 dan TPU Rawa Kopi 1. Mereka menerima hadiah hadiah Rp5,5 juta dan Rp4 juta.

Ketua Pengurus Besar Percasi, Hashim Djoyohadikusumo, berjanji akan melanjutkan turnamen Catur bagi para pekerja kecil di Jakarta tahun depan. Pernyataan ini disampaikan Hashim saat menutup turnamen tersebut.

"Tahun depan kita laksanakan lagi. Anak-anak pengali kubur ikut main. Kita akan kasih susu sebagai pengantinya. Permainan catur sejak dini, tingkatkan kecerdasan anak," ujar Hashim di Wisma KONI DKI Jakarta, Sabtu 3 November 2012.

Hashim mengatakan, besar kemungkinan tahun depan bukan hanya petugas TPU yang dilibatkan dalam turnamen catur. Namun, kejuaraan bagi para tukang parkir dan pekerja kecil lainnya juga akan digodok untuk dilaksanakan setiap tahun.

"Turnamen ini secara tidak langsung telah mengangkat petugas TPU sebagai anggota PB Percasi. Ke depannya kita akan bikin wadah komunikasi untuk mereka," katanya.

Semangat INDONESIA


Pembalap Indonesia Gantikan Anthony West di GP Valencia

Tim QMMF mengumumkan Topan sebagai pembalap pengganti Anthony West.

Toto Pribadi
Topan Sucipto
Topan Sucipto 
VIVAnews - Pembalap motor Indonesia Rafid Topan Sucipto akan melakoni debutnya di Grand Prix Valencia, akhir pekan ini. Kepastian itu didapat setelah tim Moto 2, QMMF mengumumkan Topan sebagai pembalap pengganti Anthony West.
Sebelumnya, Otoritas balap motor internasional (FIM) telah menjatuhkan hukuman kepada Anthony West selama sebulan. Hukuman ini dijatuhkan setelah West gagal lolos tes doping pada balapan di Le Mans, Mei lalu.

Dilansir Crashnet, setelah memutuskan tak akan melakukan banding, QMMF langsung mencari pembalap pengganti. Dan sebuah kehormatan bagi dunia balap tanah air setelah Topan yang saat ini baru berusia 17 tahun akhirnya terpilih.

Terpilih Topan bukan tanpa alasan. Pembalap yang sebelumnya tampil di Supersport Asia Road Racing Class kelas 600cc ini telah beberapa kali menyabet beberapa penghargaan balap motor baik di kancah domestik maupun internasional.

Pada 2011, Topan berhasil menjadi jawara di kelas Underbone 115cc PETRONAS Asia Road Racing Championship. Pada balapan Moto 2 di Valencia nanti, Topan Sucipto akan mendampingi pembalap perempuan QMMF, Elena Rosell.

West sendiri sempat menjadi runner-up di dua balapan terakhir Moto2 yang digelar di Malaysia dan Australia. Di Le Mans, West yang menunggangi Speed Up S12 hanya mampu finish di urutan ke-7 sebelum akhirnya tersandung doping. (adi)